Mungkin tidak banyak orang dunia persilatan yang tak tahu tentang mereka, tapi lebih sedikit lagi orang yang bisa membuat Lu Xiao Feng bangkit dari ranjang itu sekarang. Tampaknya ia telah memutuskan untuk tinggal di situ dan bermalas-malasan di ranjang.
Liu YuHen, Xiao QiuYu, dan DuGu Fang mungkin bukan orang-orang paling aneh di dunia persilatan, tapi mereka tidak jauh dari itu. Tapi sekarang mereka datang bersama-sama dan muncul di sini, sebenarnya untuk apa?
Walaupun wajahnya tampak sangat hijau, Pengait Jiwa masih bisa mendengus dan berkata: “Paviliun Baju Hijau tidak ada persoalan atau dendam dengan kalian bertiga, kenapa kalian datang dan membuat masalah dengan kami?”
Xiao QiuYu menjawab: “Karena aku suka!”
Ia tersenyum dan melanjutkan: “Aku membunuh siapapun yang aku inginkan bila aku suka, aku ingin membunuh kalian berdua hari ini, maka aku datang untuk membunuh kalian!”
Pengait Jiwa melirik Hakim Berwajah Besi dan bertanya dengan lambat: “Bagaimana jika kau tidak suka?”
Xiao QiuYu menjawab: “Bila aku tidak suka, bahkan jika kau berlutut dan memohon juga aku tidak akan mengangkat satu jari pun!”
Pengait Jiwa menarik nafas; saat itu juga Hakim Berwajah Besi melompat maju dan berjumpalitan, dengan sepasang pena hakimnya yang terbuat dari besi ia menutuk ke arah titik darah Langit Terkejut dan Salam Wewangian di tubuh Liu YuHen.
Gerakannya tidak luar biasa, tapi akurat, cepat, dan efektif!
Ia malah melangkah maju. “Buk!” Sepasang pena hakim itu serentak menusuk pundak dan dada Liu YuHen.
Tapi bola besi yang terpasang di tangan kirinya juga mendarat di wajah Hakim Berwajah Besi. Wajah itu tiba-tiba hancur terbelah dua.
Ia tidak mengeluarkan suara sedikit pun saat tubuhnya melunglai, tapi kaitan di tangan kanan Liu YuHen menusuk tubuhnya dan mencegahnya roboh ke lantai.
Pena Hakim itu masih menancap di tubuh Liu YuHen, walaupun tidak mengenai titik darah yang dituju, tapi tetap saja menancap dalam-dalam.
Liu YuHen seolah-olah tidak merasakannya dan ia hanya memandang dingin pada wajah yang hancur itu; tiba-tiba ia berkata dengan dingin: “Ternyata wajahnya tidak terbuat dari besi.”
Sebuah sentilan dengan kaitannya dan Hakim Berwajah Besi pun melayang keluar jendela, untuk menemui Hakim yang sebenar-benarnya.
Saat itulah sepasang kaitan perak milik si Pengait Jiwa juga melayang keluar jendela.
Tapi ia masih ada di kamar itu, wajahnya pucat, tangannya terkulai, sambungan di kedua tangan itu mengeluarkan darah dengan derasnya.
Darah juga menetes dari pedang pendek di tangan Xiao QiuYu.
Ia tersenyum, memandang pada si Pengait Jiwa, dan berkata: “Tampaknya kau tak akan pernah bisa mengait jiwa lagi dengan tanganmu itu!”
Pengait Jiwa mengkertakkan giginya, begitu kerasnya sehingga terdengar di seluruh ruangan itu, tiba-tiba ia menjerit: “Kenapa kau tidak membunuhku!”
Xiao QiuYu menjawab: “Karena aku tidak ingin membunuhmu, sekarang aku ingin kau pulang dan beritahu pada orang-orang di gedungmu bahwa mereka lebih baik tinggal di sana dan jangan keluar selama 2 bulan ini, atau mereka akan menemukan kenyataan bahwa sangatlah sukar untuk kembali ke gedung kalian dalam keadaan hidup.”
Mimik muka si Pengait Wajah berubah beberapa kali tapi ia tidak berkata apa-apa dan mulai berjalan ke pintu.
Tiba-tiba DuGu Fang muncul di hadapannya dan berkata dengan dingin: “Kau masuk lewat jendela, jadi sebaiknya kau juga keluar lewat jendela!”
Pengait Jiwa menatapnya dengan bengis sebelum akhirnya menghentakkan kakinya—2 orang yang masuk lewat jendela itu akhirnya keluar lewat jendela juga.
Liu YuHen memandang langit yang gelap di luar jendela, pena hakim itu masih menancap di tubuhnya.
Xiao QiuYu berjalan menghampiri dan mencabutnya dengan perlahan, melihat darah mengucur dari dadanya, sedikit rasa simpati muncul dari sepasang matanya yang dingin seperti batu.
Liu YuHen tiba-tiba menarik nafas dalam-dalam: “Sayang… sayang….”
Xiao QiuYu bertanya: “Sayang kau tidak mati kali ini?”
Liu YuHen tidak menjawab!
Xiao QiuYu menarik nafas dalam-dalam juga: “Kenapa kau melakukan ini pada dirimu sendiri?…”
DuGu Fang tiba-tiba menarik nafas juga: “Kau menghancurkan usus orang, tapi dia menghancurkan dirinya sendiri!”
______________________________
Seseorang telah tewas di kamar itu dan kamar itu sendiri berantakan, Lu Xiao Feng masih tidak bergerak sedikit pun, seolah-olah ia tidak melihat apa-apa.
Yang lebih aneh adalah 3 orang itu tampaknya juga tidak melihat dia, seakan-akan tidak ada orang yang berbaring di ranjang tersebut.
Kamar itu telah gelap. Mereka berdiri di sana dalam kegelapan, tidak ada yang bicara, tapi tidak ada juga yang pergi.
Saat itulah suara musik terdengar mengalun dibawa angin malam, suara yang indah seolah datang dari surga.
Semangat DuGu Fang tampaknya tiba-tiba bangkit. Ia berkata dengan suara yang serius: “Mereka di sini!”
Siapa yang di sini? Siapa yang memainkan musik yang demikian indah?
Lu Xiao Feng mendengarkan juga, tak ada yang tahan untuk tidak mendengarkan musik seperti ini.
Ia tiba-tiba menyadari bahwa kamar yang tadinya dipenuhi dengan bau anyir darah sekarang penuh dengan aroma yang sangat harum.
Aromanya lebih wangi daripada harum bunga yang datang terbawa angin bersama alunan musik itu, dalam sekejap mata dunia tampak penuh dengan keharuman yang luar biasa ini.
Lalu kamar yang gelap itu menjadi terang.
Lu Xiao Feng akhirnya tak tahan untuk membuka matanya, tiba-tiba ia melihat bunga-bunga memenuhi udara.
Bunga-bunga segar dari berbagai jenis terbang dibawa angin melalui jendela dan pintu sebelum akhirnya mendarat di lantai dengan perlahan.
Sebuah karpet dari bunga-bunga segar tiba-tiba tercipta di lantai, terhampar hingga keluar pintu kamar.
Seseorang berjalan memasuki pintu.
Lu Xiao Feng telah melihat banyak wanita, ada yang jelek, ada pula yang sangat cantik. Tapi ia belum pernah melihat wanita secantik ini.
Ia mengenakan jubah hitam lembut yang terjulai sampai ke lantai, menyentuh bunga-bunga segar itu.
Rambutnya yang hitam terurai hingga ke pundak, tapi wajahnya putih, biji matanya yang hitam begitu gelapnya sehingga tampak berkilauan.
Tidak ada perhiasan lain, tak ada warna lain.
Ia berdiri di atas bunga-bunga itu, tapi bunga-bunga yang indah dan berwarna-warni di atas lantai itu tiba-tiba seakan kehilangan warnanya.
Kecantikan seperti ini tidak berasal dari alam dunia, ini sesuatu yang lebih agung, sesuatu yang jauh di luar jangkauan akal pikiran.
Liu YuHen, Xiao QiuYu, dan DuGu Fang diam-diam berpindah ke sudut ruangan, wajah mereka penuh dengan perasaan hormat.
Lu Xiao Feng merasa seakan-akan berhenti bernafas. Tapi ia masih tidak mau bangkit.
Gadis berjubah hitam itu menatapnya, biji matanya bening dan jernih seperti embun musim semi yang jatuh di atas bunga mawar di saat fajar menjelang.
Suaranya juga lembut seperti angin, seperti angin musim semi yang berhembus di atas danau di pegunungan yang jauh di sana di saat fajar tiba.
Tapi senyumnya misterius, misterius seperti suara seruling yang mengalun di kejauhan di tengah malam yang sepi dan tenang, mengambang tanpa tujuan, membuatnya mustahil untuk ditebak maksud dan tujuannya. Ia memandang Lu Xiao Feng, tersenyum, tiba-tiba ia berlutut, seolah-olah sebuah awan di langit tiba-tiba turun ke dunia nyata.
Lu Xiao Feng tidak bisa berdiam di ranjang lagi. Tiba-tiba ia melompat bangkit.
Tiba-tiba ia menjadi seperti sebatang anak panah yang melesat dari busur yang ditarik sekuatnya, tubuhnya terbang menembus kelambu tempat tidurnya; diikuti oleh suara “Brak!” ketika ia menembus atap.
Sinar bulan menyinari lubang di atap yang baru saja ia buat, tapi ia sudah tidak kelihatan lagi.
Seorang gadis yang sangat manis dan berwajah jujur dengan mata yang besar dan bundar, berdiri di samping gadis berjubah hitam, berdiri atas bunga-bunga.
Melihat Lu Xiao Feng tiba-tiba melarikan diri seperti baru melihat hantu, gadis itu merasa agak takut dan ia tak tahan untuk bertanya: “Yang Mulia begitu sopan dan hormat kepadanya, kenapa dia malah lari? Apa yang ia takuti?”
Gadis berjubah hitam tidak menjawab pertanyaan itu.
Tiba-tiba ia berdiri, menyentuh dengan perlahan rambutnya yang lembut seperti awan dan sebuah ekspresi aneh muncul di sepasang matanya yang bening dan bersinar; tak berapa lama kemudian ia akhirnya berbisik: “Dia benar-benar orang yang cerdik, salah satu orang yang paling cerdik di dunia ini!”
Bab 2: Orang Terkaya
Waktu ia memasuki rumah Lo Huo (Huo tua) yang kecil itu, Lo Huo sedang minum arak.
Rumah itu adalah sebuah pondok kayu yang kecil dan sangat sederhana, berdiri di tengah sebuah hutan kecil yang terdiri dari pohon-pohon kurma di lereng sebuah gunung.
Lo Huo juga seperti pondok kayu kecil itu, kecil, sendirian, bersih, dan tegar, mirip sebutir kacang berkulit keras yang telah mengalami berbagai macam badai. Kebetulan ia sedang minum di sebuah meja yang kecil tetapi indah.
Arak itu baunya enak, ruangan itu penuh dengan kendi arak dari berbagai jenis dan ukuran, dan tampaknya juga berkualitas tinggi.
Waktu ia melihat cangkir arak di tangan Lu Xiao Feng, tak tahan lagi ia tertawa dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ia berkata: “Apakah kau takut kalau aku tidak tahu kamu datang ke sini untuk minta minum? Itukah sebabnya kau membawa sebuah cangkir arak untuk mengingatkanku?”
Lu Xiao Feng juga tertawa: “Waktu berangkat tadi aku hampir tidak punya waktu untuk memakai celana, bagaimana mungkin aku punya waktu untuk meletakkan cangkir ini? Tadi ada arak di cangkir ini, sayang sekarang sudah tumpah.”
Lo Huo merasa hal ini sangat janggal sehingga ia mengerutkan alisnya dan bertanya: “Kenapa kau begitu tergesa-gesa?” Ia tidak bisa membayangkan apa yang telah terjadi.
Lu Xiao Feng menarik nafas dan tertawa masam: “Tidak ada apa-apa, tadi ada seorang gadis yang memasuki kamarku.”
Lo Huo tertawa lagi: “Rasanya ada saja wanita yang memasuki kamarmu setiap hari, kau tidak pernah ketakutan sebelumnya!”
“Gadis ini berbeda!”
“Apa yang membuatnya begitu berbeda?”
“Semuanya!”
Lo Huo mengedip-ngedipkan matanya: “Apakah gadis ini sangat buruk?”
Lu Xiao Feng tiba-tiba menggelengkan kepalanya: “Bukan saja ia tidak buruk, ia malah cukup cantik untuk menjadi seorang dewi, dan dia membawa hawa seperti seorang puteri!”
“Lalu apa yang kau takutkan? Takut dia akan memperkosamu?” Lo Huo bergurau.
Lu Xiao Feng tersenyum: “Jika dia ingin memperkosaku, maka kau tak akan bisa mengusirku pergi biarpun dengan memakai sapu!”
“Lalu kenapa dia bisa membuatmu melarikan diri?” Lo Huo bertanya.
Lu Xiao Feng menarik nafas lagi: “Dia berlutut di depanku!”
Lo Huo membuka matanya selebar mungkin dan menatap Lu Xiao Feng, seolah-olah sebuah bunga tiba-tiba tumbuh dari lubang hidungnya.
Lu Xiao Feng khawatir ia tidak mengerti dan menerangkan lebih lanjut: “Tepat sesudah ia memasuki kamarku, tiba-tiba ia berlutut ke arahku, berlutut dengan dua kaki!”
Lo Huo akhirnya menghembuskan nafas sekuatnya dan berkata: “Aku selalu mengira kau orang yang normal, tanpa masalah sama sekali, tapi sekarang aku mulai agak curiga!”
Lu Xiao Feng tersenyum masam lagi: “Sekarang kau mulai agak curiga kalau-kalau aku memang ada masalah?”
Lo Huo menjawab: “Seorang wanita seperti dewi, masuk ke kamarmu, dan berlutut di hadapanmu, tapi kau malah begitu takutnya sehingga melarikan diri dengan panik?”
Lu Xiao Feng mengangguk: “Bukan hanya panik, aku malah harus lari lewat atap!”
Lo Huo menarik nafas: “Tampaknya bukan hanya kau punya masalah, masalah itu pun rupanya sangat besar!”
“Aku lari karena otakku masih bekerja dengan baik!”
“Oh?”
“Sudah kubilang kan, bukan hanya cantik, dia juga membawa hawa tertentu!”
“Hawa seperti apa?”
“Hawa seorang puteri!”
“Pernahkah kau bertemu seorang puteri sebelumnya?”
“Belum, tapi aku tahu bahwa seorang puteri sekalipun tak akan bisa membawa tiga orang pengawal seperti dia!”
“Siapa saja pengawalnya?”
“Liu YuHen, Xiao QiuYu, dan DuGu Fang!”
Lo Huo mengerutkan keningnya: “Liu YuHen yang bertarung seperti orang mencari mati?”
“Ya!” Lu Xiao Feng menjawab.
“Xiao QiuYu yang tampaknya halus dan terpelajar tapi kenyataannya kuat seperti banteng liar?”
“Ya!”
“DuGu Fang yang datang dan pergi tanpa jejak dan selalu sendirian?”
“Ya!”
“Mereka bertiga itu pengawalnya?”
“Ya!”
“Dia punya 3 orang pengawal seperti itu, dan masih berlutut kepadamu?
“Ya!”
Lo Huo tidak berkata apa-apa lagi. Ia menuangkan secangkir arak lagi dan meminumnya.
Lu Xiao Feng juga menghabiskan apa yang tersisa di cangkirnya dan berkata: “Kau mengerti sekarang?
“Ya!” Lo Huo menjawab.
“Menurutmu, kenapa dia berlutut kepadaku?”
“Karena dia ingin kau melakukan sesuatu untuknya!”
“Seorang gadis seperti itu, berlutut di hadapanku, untuk apa sebenarnya?”
“Untuk sesuatu yang sangat sukar!”
“Aku belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, mengapa aku mau menempuh segala masalah untuknya?”
“Hanya orang tolol yang mau!”
“Apakah aku tolol?”
“Tidak!”
“Jika kau jadi aku, apakah kau akan lari juga?”
“Aku akan lari seperti kau, mungkin sedikit lebih cepat!”
Lu Xiao Feng menghembuskan nafas panjang sebelum tersenyum kembali: “Tampaknya biarpun kau mulai tua, kau belum menjadi orang bodoh.”
Lo Huo menjawab: “Tapi kau yang bodoh walaupun masih muda.”
“Oh?”
“Seorang gadis seperti dirinya, mau berlutut kepadamu dan memohon sesuatu kepadamu, maka persoalan ini pasti tidak bisa diselesaikan oleh orang lain.”
Lu Xiao Feng setuju dengan dugaan itu.
Lo Huo meneruskan: “Ia sudah berhasil menemukanmu, apakah menurutmu kau bisa lari?”
“Menurutmu dia akan datang kembali?”
“Mungkin ya!”
Lu Xiao Feng tersenyum: “Aku tidak punya banyak keahlian, tapi aku cukup cepat bila melarikan diri!”
“Hingga tidak ada orang yang bisa mengejarmu?”
“Hingga tidak banyak orang yang sanggup mengejarku!”
Lo Huo mendengus.
Lu Xiao Feng bertanya: “Kenapa kau mendengus?”
“Dengusanku itu berarti aku sedang mendengus!”
“Aku tidak tahu apa maksudmu.”
“Banyak yang kau tidak tahu.”
Lu Xiao Feng tertawa lagi: “Paling tidak aku masih tahu bagaimana caranya menentukan kendi mana di tumpukan ini yang berisi arak terbaik.”
Ia mengambil sebuah kendi, memang yang terbaik. Tapi baru saja ia hendak membuka segelnya, terdengar suara “Brak!” yang keras sebanyak tiga kali. Ada orang yang telah membuat 3 lubang di dinding sebelah kanan, kiri dan di depannya.
Tiga orang laki-laki berjalan masuk melalui lubang di dinding itu. Ternyata mereka Liu YuHen, Xiao QiuYu dan DuGu Fang.
Dari wajah mereka yang pasti dan tenang, seolah-olah bukan mereka yang membuat lubang di tembok itu. Seakan-akan mereka bertiga hanya membuka pintu dan kembali ke rumah mereka sendiri setelah semalaman keluar.
Xiao QiuYu tersenyum dan berkata: “Kami tidak masuk lewat jendela!”
“Jadi kami bukan anjing!” DuGu Fang menyimpulkan.
Sementara keduanya bicara, masing-masing mengambil sebuah kursi. Tiba-tiba saja kedua kursi yang berukiran indah itu sudah hancur berkeping-keping.
Liu YuHen duduk dengan perlahan di tempat tidur, tapi baru saja ia duduk seluruh tempat tidur itu sudah roboh dengan menimbulkan suara yang keras.
Xiao QiuYu mengerutkan kening: “Perabotan ini rupanya tidak kuat.”
“Lain kali lebih baik kita ingat supaya tidak membeli perabotan dari sini.” DuGu Fang meneruskan.
Saat kedua orang itu mengucapkan kalimat-kalimat ini, 5 atau 6 macam benda lagi telah hancur.
Lu Xiao Feng dan Lo Huo seolah-olah tidak melihat semua kejadian itu.
Lo Huo masih duduk dan minum-minum, tanpa sedikit pun ada perasaan marah di wajahnya, seolah-olah benda-benda yang mereka hancurkan itu bukan miliknya.
Sebentar saja semua benda di rumah itu sudah hancur, termasuk 20 lebih kendi arak.
Xiao QiuYu memandang sekelilingnya: “Rumah ini seperti akan roboh, lebih baik kita perbaiki dulu!”
DuGu Fang berkomentar: “Itu baru ide yang bagus!”
Mereka bertiga mulai membongkar rumah itu. Lu Xiao Feng dan Lo Huo masih duduk di sana, sambil meminum arak mereka dengan perlahan-lahan.
“Brak!”, “Bum!”, “Bukk!” Dinding di 4 sisi rumah itu sudah roboh. “Buummm!!” Atap pun roboh, tepat di atas Lu Xiao Feng dan Lo Huo.
Tiba-tiba mereka berdua menghilang.
DuGu Fang dan Xiao QiuYu saling berpandangan dan memandang ke belakang mereka, kedua orang itu ternyata sedang duduk-duduk di lapangan rumput tepat di depan rumah, masih di atas 2 kursi, dan kendi arak pun masih berada di atas meja di hadapan mereka.
Xiao QiuYu berkata lagi: “Nafsu adalah pisau yang mematahkan tulangmu, arak adalah racun yang merusak perutmu, kami tidak bisa membiarkannya!”
DuGu Fang pun meneruskan: “Benar, kita tak bisa meninggalkan satu kendi pun!”
Maka ia berjalan menghampiri dengan tenang, mengambil kendi di atas meja, dan melemparkannya ke atas tanah dengan keras.
Kali ini kendi itu tidak hancur. Tiba-tiba benda itu kembali ke atas meja.
DuGu Fang mengerutkan kening, mengambilnya kembali, dan melemparkannya sekuat yang ia bisa.
Kali ini ia melihat apa yang terjadi. Sebelum kendi itu tiba di tanah, Lu Xiao Feng tiba-tiba merenggutnya di udara.
DuGu Fang melemparkannya lagi, Lu Xiao Feng menangkapnya lagi. Dalam sekejap mata DuGu Fang telah melempar kendi itu paling tidak sebanyak 8 kali, tapi kendi ini masih tetap berdiri di atas meja. DuGu Fang menatap kendi itu, seolah-olah ia sudah kehilangan kesadarannya.
Sesudah memandangnya beberapa lama, akhirnya ia berbalik dan berkata pada Xiao QiuYu dengan senyum yang dipaksakan di wajahnya: “Kendi ini kepunyaan setan, tidak bisa dihancurkan!”
Xiao QiuYu bertanya: “Setan macam apa?”
“Setan arak tentunya!”
“Biar aku yang coba.”
Ia berjalan menghampiri, seakan-akan tidak ada 2 orang lagi yang duduk di meja itu, tiba-tiba mengambil kendi itu dan mendorongnya.
Kendi itu terbang 20 atau 30 m. Tapi masih tidak hancur.
Waktu kendi itu terbang, begitu juga Lu Xiao Feng.
Waktu Lu Xiao Feng duduk kembali di kursinya, kendi itu juga kembali ke atas meja.
Xiao QiuYu mengambilnya lagi dan mendorong, kali ini kendi itu terbang lebih cepat dan lebih jauh.
Dari lahirnya ia memang lelaki yang sangat kuat, dorongannya yang seperti itu mampu memindahkan sebuah balok besi berbobot beberapa ratus kilogram.
Tapi kendi itu kembali lagi, diikuti oleh Lu Xiao Feng.
Xiao QiuYu juga terpana sehingga ia bergumam: “Tampaknya memang ada setan yang memiliki kendi ini, setan arak yang punya sayap.”
Liu YuHen tiba-tiba mendengus. Sesudah tertawa sekali, ia sudah tiba di meja itu. Ia mengambil kendi itu dengan kedua tangannya, memegangnya erat-erat, dan tiba-tiba mencoba menghancurkannya dengan keningnya.
Orang lain berusaha menghancurkan kendi itu, tapi ia tampaknya mencoba menghancurkan kepalanya sendiri.
Xiao QiuYu menarik nafas, kali ini kendi itu pasti akan hancur, tapi kepala Liu YuHen mungkin keadaannya tidak lebih baik.
Tapi kepala itu tidak rusak dan kendi itu juga tidak hancur.
Tangan Lu Xiao Feng tiba-tiba terjulur dan menangkap kendi itu dengan menempatkan tangannya di antara kendi dan kepala Liu YuHen.
Liu YuHen mendengus lagi dan tiba-tiba ia melompat dan menendang perut Lu Xiao Feng. Tendangan ini juga tidak berhasil.
Lu Xiao Feng tiba-tiba melompat dan berjumpalitan melewati kepalanya, mendarat di belakangnya, masih menahan kendi arak itu dengan tangannya.
Liu YuHen menendang ke belakang, Lu Xiao Feng bersalto kembali ke depannya. Tiba-tiba ia menarik nafas dan berkata: “Kendi arak ini adalah kendi kami yang terakhir, kepala itu juga kepalamu yang terakhir, kenapa kau begitu ingin menghancurkan kedua-duanya?”
Liu YuHen menatapnya, sebelah matanya yang masih baik seolah-olah berubah seperti matanya yang rusak, tampak seperti lubang yang gelap dan dalam.
Xiao QiuYu tiba-tiba tertawa: “Kelihatannya orang ini Lu Xiao Feng yang asli!”
DuGu Fang menjawab: “Oh?”
“Selain Lu Xiao Feng, siapa lagi yang mau bersusah-payah hanya untuk sekendi arak?”
DuGu Fang juga tertawa: “Itu benar, tidak banyak orang bodoh seperti ini di dunia!”
Sambil tersenyum Xiao QiuYu menjauhkan kendi itu dari Liu YuHen dan meletakkannya kembali di atas meja.
“Bruk!” Tiba-tiba kendi itu pecah berkeping-keping dan arak di dalam kendi juga tumpah di atas meja — tangan Liu YuHen dan tangan Lu Xiao Feng tadi menyalurkan tenaga dalam ke kendi itu, biarpun kendi itu terbuat dari besi pun ia akan hancur.
Xiao QiuYu tercengang sebentar, lalu mengeluarkan sebuah senyuman yang agak dipaksakan: “Aneh ya? Bila kau ingin menghancurkannya, eh tidak berhasil; bila kau tidak ingin menghancurkannya lagi, eh malah pecah sendiri!”
Lu Xiao Feng menjawab dengan santai: “Ada banyak kejadian di dunia ini yang terjadi dengan sendirinya dan tidak bisa dipaksakan, jadi kenapa menganggapnya begitu serius?”
Mata Liu YuHen tiba-tiba tampak sedih luar biasa dan membuat iba orang lain. Ia berpaling dan berjalan menjauh.
Tampaknya apa yang dikatakan Lu Xiao Feng barusan telah mengingatkan dirinya pada suatu rahasia yang terkubur dalam-dalam di benaknya.
Saat itulah sebuah suara yang merdu dan menyegarkan berkata: “Yang Mulia Tuan Puteri DanFeng dari dinasti Rajawali Emas, sang Puteri Phoenix Merah sendiri, ingin bertemu dengan Tuan Lu, Lu Xiao Feng.”
Suara itu milik seorang gadis manis berwajah polos yang memiliki mata besar dan berpakaian warna-warni.
Ia baru saja berjalan keluar dari semak-semak pohon kurma yang lebat, tapi tampaknya seluruh bintang-bintang di langit telah pindah ke matanya.
Lu Xiao Feng bertanya: “Puteri Phoenix Merah? Puteri DanFeng?”
Gadis itu memandang dirinya dengan sepasang matanya yang bening dan bersinar, dan tersenyum: “Puteri DanFeng, Phoenix Merah. Bukan Puteri XiaoFeng, phoenix kecil.”
Lu Xiao Feng memandang Lo Huo, menarik nafas dan bergumam: “Jadi dia benar-benar seorang puteri!”
Gadis itu menjawab: “Seratus persen asli!”
Gadis itu tersenyum lagi, senyuman yang demikian manis: “Beliau takut Tuan Lu akan lari lagi, maka ia menunggu di luar!”
Meskipun senyumnya manis, ia berbicara lambat-lambat. Lu Xiao Feng hanya bisa balas tersenyum.
Gadis itu menatapnya dan tersenyum lagi: “Beliau menunggu di luar, sekarang pertanyaannya adalah apakah Tuan Lu berani menemuinya atau tidak.”
Lo Huo tiba-tiba memotong: “Tentu saja dia berani!”
Lelaki tua yang pendiam dan misterius itu tersenyum dan melanjutkan: “Jika dia tidak pergi menemui sang puteri, seluruh rumah teman-temannya mungkin akan segera hancur!”
Bintang-bintang berkerlap-kerlip di langit, bulan muda berdiam dengan nyaman di peraduannya yang gemerlapan, tiba-tiba sebuah keharuman memancar di hutan pohon kurma itu — asalnya bukan dari pohon kurma, itu adalah bau harum bunga.
Ternyata bau harum itu berasal dari seekor anjing, anjing pemburu yagn tampaknya sangat kuat, dengan telinga yang panjang dan kaki-kaki yang panjang.
Ada banyak rangkaian bunga di tubuh anjing itu, dan ia pun membawa sebuah keranjang bunga di mulutnya.
Di dalam keranjang yang penuh bunga itu sekilas tampak kilauan emas, datangnya dari 4 emas batangan yang masing-masing berbobot paling sedikit 50 tael.
Gadis tadi mengambil keranjang tadi dan berkata dengan manis: “Ini adalah ganti rugi dari puteri kami atas kerugian laki-laki tua itu, maukah Tuan Lu mewakilinya untuk menerimanya?”
Lu Xiao Feng mengedip-ngedipkan matanya: “Untuk apa itu? Karena kalian telah merobohkan rumahnya?”
Gadis itu mengangguk.
Lu Xiao Feng berkata: “Empat emas batangan ini totalnya lebih dari 100 tael, bukan uang yang sedikit!”
Pondok kayu yang kecil seperti itu, dengan 50 tael pun kau akan mendapat beberapa buah, maka tentu saja ganti rugi yang ditawarkan gadis itu tidak sedikit jumlahnya.
Gadis itu berkata: “Kami hanya berharap agar pak tua itu mau menerima penghargaan dan penyesalan kami yang kecil ini.”
Lu Xiao Feng menjawab: “Ia tak akan mau!”
“Mengapa?”
“Karena ia tidak butuh 100 tael perak ini sama sekali, dan jika ini ganti rugi untuk rumah itu, tampaknya masih kurang.”
“Emas batangan ini masing-masing bernilai 50 tael!”
“Aku tahu.”
“Ini masih tidak cukup untuk membayar rumah itu?”
“Masih kurang sedikit!”
“Kurang berapa?”
“Berapa jumlahnya, aku tidak terlalu yakin. Tapi kurasa sekitar 30 atau 40 ribu tael lagi baru cukup!”
“30 atau 40 ribu tael apa?”
“30 atau 40 ribu tael emas, tentunya!”
Gadis itu tertawa.
“Kau tidak mempercayaiku?
Gadis itu tak bisa berhenti tertawa, mendengar lelucon seperti itu apa yang bisa ia lakukan selain tertawa? Membayarnya puluhan ribu tael emas?
Lu Xiao Feng tiba-tiba mengambil kursi kayu berhias yang tadi ia duduki: “Apakah kau tahu kursi macam apa ini?”
Gadis itu berkata sambil tertawa: “Kursi untuk diduduki orang!”
“Tapi kursi ini dibuat 400 tahun yang lalu oleh tukang kayu terkenal Lu Zhi, ia sendiri yang mengukir hiasan-hiasan ini. Hanya ada 11 kursi seperti ini di dunia, 5 ada di istana kaisar, 6 ada di sini, tapi kalian telah menghancurkan 4 di antaranya.”
Mata gadis itu terbelalak selebar mungkin ketika ia memandang kursi di tangan Lu Xiao Feng, ia pun tertawa semakin keras!
Lu Xiao Feng bertanya: “Apakah kau tahu siapa yang tinggal di rumah itu sebelumnya?”
Gadis itu menggelengkan kepalanya.
“Dulu pondok itu adalah tempat peristirahatan musim panas milik penyair terkenal Lu FangWeng, ia menuliskan beberapa puisinya di dinding pondok itu, sekarang semuanya telah hancur berkeping-keping.”
Mata gadis itu semakin terbelalak dan ia tampak kaget.
Lu Xiao Feng berkata dengan santai: “Setiap potong kayu di rumah itu tidak ternilai harganya, bahkan jika kau datang dengan 40 atau 50 ribu tael emas, itu juga masih kurang.”
Ia tertawa kecil dan melanjutkan: “Untunglah orang tua itu sama sekali tidak ingin kalian membayar kerusakannya, karena 40 atau 50 ribu tael emas hanyalah uang recehan bagi dirinya!”
Gadis itu diam-diam menjilat bibirnya sambil memandang pada si laki-laki tua dengan tidak percaya.
Lo Huo masih duduk dengan nyaman di sana, perlahan-lahan menghirup setengah cangkir arak yang masih tersisa di cangkirnya, seakan-akan tidak ada yang lain di dunia ini yang lebih penting daripada setengah cangkir arak itu.
Lu Xiao Feng tiba-tiba berpaling pada DuGu Fang, tersenyum, dan bertanya: “Aku tahu kau memiliki pengetahuan yang luas tentang kejadian-kejadian di dunia, maka kupikir kau tentu telah mendengar siapa orang terkaya di dunia!”
DuGu Fang menjawab dengan suara yang berat: “Jika kau bicara tentang tanah, tentu keluarga Hua di selatan Sungai Yangtze; jika menyangkut benda-benda tak ternilai, maka keluarga Yan di dalam Tembok Besar di daerah ShanXi tengah. Tapi yang benar-benar terkaya, mungkin itulah Huo Xiu.”
“Apakah kau tahu orang macam apa Huo Xiu ini?”
“Walaupun ia orang terkaya di dunia, ia suka hidup seperti pertapa, maka tidak banyak orang yang pernah melihatnya; Kudengar dia adalah seorang laki-laki tua yang sangat pendiam dan eksentrik, dan ….” Tiba-tiba ia berhenti dan memandang Lo Huo.
Sekarang semua orang akhirnya menyadari bahwa laki-laki tua yang pendiam dan misterius itu adalah Huo Xiu, orang terkaya di dunia.
Lo Huo tiba-tiba menarik nafas dan bangkit dengan perlahan: “Karena semua orang sudah tahu aku tinggal di sini, aku tak bisa tinggal di sini lagi, kenapa kau tidak mengambilnya saja.”
Lu Xiao Feng memandang potongan-potongan kayu di atas tanah dan berkata: “Seingatku kau bahkan tidak mau meminjamkannya kepadaku beberapa hari yang lalu.”
Lo Huo menjawab dengan santai: “Kau sendiri yang mengatakannya, semua benda di sini tak ternilai harganya, bagaimana mungkin aku meminjamkannya pada orang lain?”
“Tapi karena sekarang sudah jadi kayu biasa, kau mau!”
“Itu benar!”
Lu Xiao Feng menarik nafas dan tersenyum: “Akhirnya aku tahu kenapa kau bisa begitu kaya!”
Wajah Lo Huo tidak berubah sama sekali ketika ia menjawab: “Ada sesuatu lagi yang harus kau ketahui.”
“Apa?”
“Bila kau melarikan diri, memang tidak banyak orang yang bisa mengejarmu di dunia ini; tapi selain orang, ada banyak makhluk-makhluk lain di dunia, contohnya….”
“Contohnya, seekor anjing pemburu dengan penciuman yang sangat tajam!”
Lo Huo menarik nafas: “Jadi kau tidak begitu bodoh, mungkin suatu saat kau akan kaya juga!”
______________________________
Kereta hitam itu ditarik oleh seekor kuda hitam, hitam berkilauan dan gagah. Kereta hitam itu juga tertutupi oleh bunga-bunga dari berbagai warna.
Gadis kecil itu berkata: “Yang Mulia menantimu di dalam kereta, kenapa kau tidak masuk.”
Lu Xiao Feng bertanya: “Masuk?”
“Mmhmm!”
“Lalu?”
“Lalu kereta ini akan membawamu ke suatu tempat yang tidak pernah kau datangi sebelumnya. Kujamin kau tak akan menyesal setelah kita tiba di sana!”
“Tentu saja aku tak akan menyesal, karena aku tidak ikut.”
Gadis itu memandangnya, ia tampak terkejut: “Kenapa tidak?”
“Kenapa aku harus membiarkan diriku sendiri dibawa ke suatu tempat yang tidak pernah kudatangi oleh orang yang tidak pernah kutemui sebelumnya?”
Gadis itu mengedip-ngedipkan matanya: “Karena… karena kami akan memberimu banyak emas!”
Lu Xiao Feng tertawa.
Gadis itu bertanya: “Kau tidak suka emas?”
“Aku suka, tapi aku tidak suka mempertaruhkan nyawaku hanya untuk emas.”
Gadis itu memutar-mutar biji matanya dan kemudian berbisik: “Di dalam kereta begitu nyaman, Yang Mulia pun sangat cantik, dan perjalanan ini cukup panjang, siapa yang tahu apa yang mungkin terjadi di sepanjang perjalanan!”
Lu Xiao Feng tersenyum: “Nah, itu lebih manjur untukku!”
Mata gadis itu berkilauan: “Kau mau masuk?”
“Tidak!”
Gadis itu mencibir: “Kenapa tidak?”
Dengan tenang Lu Xiao Feng menjawab: “Aku selalu suka wanita cantik, tapi aku tak suka mempertaruhkan nyawaku untuk wanita cantik!”
“Jadi untuk siapa kau mau mempertaruhkan nyawamu?”
“Untuk diriku sendiri.”
“Selain dirimu sendiri, kau tak mau mempertaruhkan nyawamu untuk orang lain di dunia ini?”
“Tidak!”
Mata gadis itu berputar-putar lagi: “Tidak juga untuk Hua Man Lou?”
“Hua Man Lou?”
Gadis kecil itu berkata dengan santai: “Kurasa kau tentu tahu siapa Hua Man Lou, ia sedang menunggumu di tempat itu. Jika kau tidak pergi, ia mungkin akan sangat kecewa!”
“Jika ia ingin aku pergi, ia sendiri yang akan datang dan mencariku.”
“Sayangnya ia tidak bisa datang sekarang!”
“Kenapa?”
“Karena ia tidak bisa pergi ke mana-mana sekarang!”
“Kau bilang dia sudah jatuh ke tangan kalian?”
“Kira-kira begitulah!”
Lu Xiao Feng tiba-tiba tertawa, seakan-akan ia baru saja mendengar lelucon paling lucu di dunia, ia tertawa begitu kerasnya sehingga tubuhnya terbungkuk.
Gadis kecil itu tak tahan untuk tidak bertanya: “Apa yang kau tertawakan?”
Masih sambil tertawa, Lu Xiao Feng menjawab: “Kamu. Kamu masih terlalu kecil, bahkan tak tahu bagaimana caranya berdusta!”
“Oh?”
“Jika kalian bisa mendapatkan Hua Man Lou, tentu tak ada hal di dunia ini yang tak bisa kalian lakukan, lalu apa gunanya datang dan mencariku?”
Gadis itu tersenyum kecil: “Kau tahu, kau tak sebodoh itu, tapi kau juga tidak cerdas!”
“Oh?”
“Jika kau cerdas, kau tentu menyadari 2 hal sekarang!”
“Oh?”
“Pertama, aku bukan anak-anak lagi, aku adalah kakak sepupu Puteri DanFeng. Ia baru 19 tahun, aku sudah 20 tahun.”
Ucapannya itu membuat Lu Xiao Feng tercengang dan ia memperhatikan gadis itu lagi. Tak perduli berapa kali ia memandangnya, ia masih melihatnya sebagai seorang gadis berumur 12 tahun, jauh dari usia 20 tahun.
Gadis itu meneruskan: “Kau tentu tahu bahwa ada orang-orang yang tak bisa bertambah tinggi, ada nenek-nenek berusia 60 atau 70 tahun yang jauh lebih pendek dariku, kau pernah melihatnya bukan?”
Walaupun ia masih tidak percaya, Lu Xiao Feng harus mengakui bahwa ada orang-orang seperti itu di dunia ini.
Gadis itu melanjutkan: “Yang kedua, kau seharusnya tahu bahwa Hua Man Lou tidak seperti dirimu!”
“Tidak. Ia lebih cerdas dariku!”
“Tapi ia juga orang yang baik!”
“Dan aku tidak?”
“Terutama karena kau bukan orang baik-baik, itulah sebabnya kau tidak mudah mempercayai kebohongan orang lain. Tapi dia percaya semua orang, menipu dia jauh lebih gampang!”
Lu Xiao Feng menimbang-nimbang beberapa kali dan tiba-tiba bertanya: “Apakah kau benar-benar berumur 20 tahun?”
“Baru saja mencapai 20 tahun bulan yang lalu.”
Sambil tersenyum Lu Xiao Feng berkata padanya: “Orang berusia 20 tahun seharusnya tahu bahwa orang jahat sepertiku tak akan pernah mau mempertaruhkan nyawanya untuk seorang teman, siapapun dia!”
Gadis itu menatapnya: “Benarkah?”
“Benar!”
______________________________
Lu Xiao Feng telah berada di dalam kereta waktu kereta itu mulai bergerak.
Di dalam kereta juga penuh dengan berbagai jenis bunga, Puteri DanFeng duduk di antara bunga-bunga itu, seperti mawar hitam paling berharga dan tercantik di dunia. Biji matanya pun hitam, hitam berkilauan, ia masih memandang pada Lu Xiao Feng.
Lu Xiao Feng tidak memandangnya, ia telah menutup matanya, seolah-olah ia hendak tidur.
Puteri DanFeng tiba-tiba tersenyum dan berkata kepadanya dengan suara yang lembut: “Untuk sesaat tadi kukira engkau tak mau ikut.”
Lu Xiao Feng menjawab: “Oh?”
“Kurasa aku dengar kau mengatakan bahwa kau tak akan mau mempertaruhkan nyawamu untuk seorang teman.”
Acuh tak acuh Lu Xiao Feng menjawab: “Aku tak akan mempertaruhkan nyawaku untuk seorang sahabat, tapi aku tak keberatan naik kereta demi seorang sahabat.”
Puteri DanFeng tertawa. Waktu ia tertawa, seakan-akan sebuah kebun bunga tiba-tiba mekar seluruh bunganya tepat di hadapanmu.
Lu Xiao Feng yang baru saja membuka matanya segera menutupnya kembali.
Dengan manis Puteri DanFeng bertanya: “Kau bahkan tidak memandangku, kenapa?”
“Karena kereta ini sangat kecil, dan aku laki-laki yang tak tahan godaan!”
“Kau takut kalau aku merayumu?”
“Aku tak ingin mempertaruhkan nyawaku untukmu!”
“Bagaimana kau tahu bahwa aku akan memintamu mempertaruhkan nyawamu?”
“Karena aku tidak bodoh!”
Puteri DanFeng mengambil sebuah bunga dan memandangnya; sesudah diam beberapa lam, ia akhirnya menarik nafas dengan lembut dan berkata: “Kau benar, sebabnya kami datang kepadamu hari ini adalah untuk memintamu melakukan sesuatu untuk kami. Tapi aku tidak akan merayumu, dan tidak perlu.”
“Oh?”
“Karena aku tahu ada tipe manusia tertentu yang akan melakukan apa saja untuk seorang sahabat!”
“Tipe seperti apa itu?”
“Tipe sepertimu.”
Lu Xiao Feng tersenyum: “Aku bahkan tidak tahu tipe orang seperti apa aku ini, bagaimana mungkin kau yang tahu?”
“Aku belum pernah bertemu denganmu sebelumnya, tapi aku telah mendengar banyak cerita tentangmu.”
Lu Xiao Feng mendengarkan, satu-satunya orang di dunia ini yang belum pernah mendengar cerita itu mungkin cuma dirinya sendiri.
Puteri DanFeng berkata: “Kudengar banyak orang yang mengatakan bahwa kau seorang bajingan, tapi mereka juga mengakui bahwa kau bajingan yang paling dicintai di dunia ini.”
Lu Xiao Feng menarik nafas, ia tak bisa memutuskan apakah itu sebuah penghinaan atau pujian. Tapi akhirnya ia membuka matanya.
Puteri DanFeng meneruskan: “Mereka semua mengatakan bahwa di luarnya kau seperti batu karang yang jatuh ke jamban, keras dan bau; tapi di dalamnya hatimu jauh lebih lunak daripada tahu.”
Lu Xiao Feng tersenyum, ia memang hanya bisa tersenyum.
Puteri DanFeng tiba-tiba tertawa kecil dan berkata: “Tentu saja kabar angin seperti itu tak bisa dipercayai, tapi paling tidak ada satu hal yang benar.”
“Dan apa itu?”
“Aku sebelumnya tidak mengerti kenapa mereka bilang kau punya 4 alis, sekarang akhirnya aku faham.”
Lu Xiao Feng mengerutkan keningnya. Waktu ia mengerutkan kening, kumisnya pun tampak mengerut.
Puteri DanFeng melanjutkan: “Apakah kau tahu siapa orang yang memberitahukan itu semua kepadaku?”
Sambil mengerutkan keningnya Lu Xiao Feng bertanya: “Hua Man Lou benar-benar ada di tempat itu?”
“Mengapa aku harus berbohong padamu? Lagipula kau akan segera bertemu dengannya.”
“Walaupun ia tak bisa melihat, tapi ia bisa merasakan bahaya yang jauhnya masih 5 km lagi. Aku benar-benar tak bisa membayangkan bagaimana ia jatuh ke tangan kalian.”
“Karena ia orang baik, dan ia juga laki-laki. Bila seorang laki-laki yang baik bertemu dengan seorang gadis yang banyak akalnya, sangat jarang sekali ia tidak tertipu.”
Dengan dingin Lu Xiao Feng bertanya: “Ia bertemu denganmu?”
Puteri DanFeng menarik nafas: “Walau kadang-kadang aku mau memperdaya orang, tapi biarpun kemampuanku meningkat 10 kali lipat pun aku masih tak bisa menandingi ShangGuan Fei Yan.”
“ShangGuan FeiYan?”
“Kakaknya Xue-Er, ShangGuan Fei Yan.”
“Lalu siapa Xue-Er?”
“Xue-Er adalah adik sepupuku, ia gadis yang tadi mengundangmu masuk ke sini.”
“Ia bukan kakak sepupumu?”
Puteri DanFeng tertawa: “Ia baru berumur 12 tahun, bagaimana mungkin jadi lebih tua dariku?”
Lu Xiao Feng tak tahu apa yang harus ia lakukan, haruskah ia tertawa? Atau menangis?
Ia tak bisa percaya kalau ia telah diperdaya seperti itu oleh seorang gadis kecil berumur 12 tahun.
Dengan adik seperti itu, bayangkanlah seperti apa sang kakak jadinya?
Melihat mukanya yang setengah tertawa setengah menangis, Puteri DanFeng tertawa nyaring dan berkata: “Setan kecil itu bahkan tidak mengedipkan mata bila ia berdusta, kau juga terperdaya olehnya?”
Lu Xiao Feng tertawa masam: “Paling tidak aku jadi bisa membayangkan bagaimana Hua Man Lou bisa tertipu.”
“Walaupun ia berada di tangan kami, kami memperlakukan dia dengan sangat hormat. Bukan hanya karena ia sahabatmu, tapi karena kepribadiannya juga.”
“Begitulah dia.”
“Kau dan dia, dan Zhu Ting juga, tampaknya telah bersahabat sejak kecil, bukan?”
“Tampaknya kau mengetahui semua yang perlu diketahui tentangku.”
Puteri DanFeng tersenyum: “Sejujurnya, untuk menemukanmu, kami telah mempersiapkan ini selama 7 bulan.”
Lu Xiao Feng menarik nafas: “Jika kau mempersiapkan diri selama 7 bulan untuk menemukan seseorang, maka orang itu sangatlah tidak beruntung.”
Puteri DanFeng menjawab dengan lembut: “Tapi kami tidak ingin menyakiti kalian!”
Lu Xiao Feng tersenyum agak pahit.
Puteri DanFeng meneruskan: “Walaupun hal yang kami minta untuk kau lakukan itu berbahaya, tapi aku yakin kau dapat melakukannya tanpa masalah.”
Ia menatap Lu Xiao Feng, wajahnya penuh dengan kekaguman dan kepercayaan.
Lu Xiao Feng bertanya: “Kalian ingin aku melakukan apa?”
Dengan bimbang Puteri DanFeng menundukkan kepalanya dan menjawab: “Aku tak boleh memberitahumu dulu, kau akan segera mengetahuinya.”
“Liu YuHen, Xiao QiuYu, dan DuGu Fang semuanya ikut karena urusan ini?”
Puteri DanFeng mengangguk dan tertawa: “Mendapatkan mereka tidaklah gampang, tapi masih jauh lebih mudah daripada mendapatkanmu.”
Lu Xiao Feng bertanya: “Bagaimana caranya kau mendapatkan mereka bertiga?”
Puteri DanFeng tersenyum: “Setiap orang punya kelemahan, mereka pun tak akan dapat menduga bagaimana caranya aku mendapatkanmu.”
Ia menudingkan bunga di tangannya ke wajah Lu Xiao Feng dan melanjutkan: “Liu YuHen, Xiao QiuYu, DuGu Fang, Hua Man Lou, dan terakhir kamu. Jika ada sesuatu di dunia ini yang tak bisa kalian berlima melakukannya maka hal itu memang tak mungkin dilakukan.”
Kabut putih muncul di sekeliling kereta, cahaya yang masuk ke dalam kereta pun semakin lemah.
Lu Xiao Feng menatap bunga di tangan gadis itu, bunganya indah, tapi tangan itu jauh lebih indah.
Puteri DanFeng menggunakan tangannya yang lembut dan halus untuk menancapkan bunga itu di baju Lu Xiao Feng dan kemudian berkata dengan lembut: “Lebih baik kau tidur sebentar.”
“Mengapa?”
Puteri DanFeng menundukkan kepalanya dan berkata dengan suara yang makin lembut dan semakin lembut: “Karena aku bisa kehilangan kontrol dan merayumu.”
______________________________
Kereta itu berjalan terus menembus kabut yang tebal. Walaupun kabut tebal, itu adalah kabut di waktu fajar, maka perlahan-lahan malam pun berakhir.
Lu Xiao Feng bersandar di dinding kereta, tampaknya ia tertidur.
Puteri DanFeng berkata dengan lembut: “Tidurlah, dengan begitu kau dapat bertemu dengan beliau di waktu kau bangun nanti.”
Lu Xiao Feng tak tahan untuk tidak membuka matanya lagi: “Siapa beliau itu?”
“Kaisar Rajawali Emas.”
Bab 3: Menegakkan Keadilan
Lorong itu gelap dan lembab, seakan-akan tidak pernah tersentuh sinar matahari. Di ujung lorong itu ada sebuah pintu yang sangat besar, gelang-gelangnya tampak mengkilap. Mereka mendorong pintu itu dan melihat sang Kaisar Rajawali Emas.
Kaisar Rajawali Emas bukan orang yang bertubuh tinggi dan berwibawa.
Ia tampak telah layu dimakan waktu, seperti seekor ayam jantan yang mulai menua diterpa angin dingin yang membawa penyakit.
Ia duduk di sebuah kursi bersandaran, selimut yang ditumpuk di kursi itu menutupi dirinya sehingga ia tampak seperti sebatang pohon cemara besar yang begitu tinggi di lereng pegunungan yang berawan.
Tapi Lu Xiao Feng tidak kecewa dengan penampilannya, karena di matanya masih berkilauan aura agung yang tak dapat diuraikan dengan kata-kata.
Anjing pemburu bertelinga panjang dan berkaki panjang itu telah pulang dan beristirahat dekat kakinya.
Puteri DanFeng perlahan-lahan berjalan ke sisinya dan berlutut di sampingnya, seolah-olah ia sedang menceritakan tentang perjalanannya.
Sepasang mata Kaisar Rajawali Emas yang bersinar agung selama itu tidak pernah melepaskan Lu Xiao Feng. Ia tiba-tiba berkata: “Ke marilah, anak muda.”
Suaranya rendah tapi penuh dengan kekuatan, seakan-akan apa saja yang keluar dari mulutnya harus dipatuhi. Tapi Lu Xiao Feng tidak menghampirinya.
Lu Xiao Feng bukan orang yang biasa menerima perintah, maka ia hanya duduk sejauh mungkin di sebuah kursi di seberang laki-laki tua itu.
Ruangan itu gelap, tapi mata Kaisar Rajawali Emas seperti menyala terang ketika ia berkata: “Apakah engkau Lu Xiao Feng?”
Dengan santai Lu Xiao Feng menjawab: “Ya, Lu Xiao Feng, bukan ShangGuan DanFeng.”
Ia menduga nama keluarga sang puteri juga ShangGuan, di zaman dulu semua orang di istana kekaisaran bermarga ShangGuan, setiap orang di istana kekaisaran membanggakan nama keluarga mereka itu.
Kaisar Rajawali Emas tiba-tiba tertawa: “Lu Xiao Feng benar-benar Lu Xiao Feng, sepertinya kita menemukan orang yang tepat!”
Ia melanjutkan: “Kau mencari Hua Man Lou?”
Lu Xiao Feng mengangguk.
“Ia baik-baik saja, kau bisa segera melihatnya asal kau berjanji untuk melakukan sesuatu buatku.”
“Apa itu?”
Kaisar Rajawali Emas tidak menjawab.
Ia malah memandang sebuah cincin berbentuk aneh di tangannya dan wajahnya yang layu tiba-tiba bersinar ganjil. Beberapa saat kemudian ia akhirnya mulai bicara lagi dengan perlahan-lahan: “Dinasti kami adalah dinasti yang sangat tua dan kuno. Jauh lebih tua daripada dinasti kalian sekarang ini.”
Suaranya semakin penuh dengan kekuatan, jelas ia sangat membanggakan namanya dan keluarganya.
Lu Xiao Feng tidak ingin merusak perasaan bangga orang tua itu, maka ia tidak mengucapkan apa-apa.
Kaisar Rajawali Emas melanjutkan: “Walaupun negara kami telah hancur, darah yang mengalir di tubuh kami tetaplah darah bangsawan. Selama kami masih hidup, dinasti kami akan tetap ada!”
Bukan hanya suaranya penuh dengan perasaan bangga, tapi juga penuh dengan keyakinan.
Lu Xiao Feng tiba-tiba merasa bahwa orang tua ini benar-benar memiliki kepribadian yang sangat mengagumkan.
Paling tidak ia bukanlah orang yang mudah menyerah. Lu Xiao Feng selalu mengagumi orang seperti ini, ia mengagumi keberanian dan kepercayaan diri mereka.
Kaisar Rajawali Emas lalu melanjutkan: “Walaupun negara kami terletak di daerah terpencil, tapi kami kaya. Bukan hanya hasil panen kami selalu baik, juga ada emas dan batu-batu berharga terkubur di pegunungan kami.”
Akhirnya Lu Xiao Feng tak tahan untuk tidak bertanya: “Lalu mengapa kalian pindah ke daerah tengah ini?”
Wajah Kaisar Rajawali Emas kehilangan sebagian sinarnya dan terlihat perasaan sakit dan benci di matanya ketika ia berkata: “Tepatnya karena kami kaya! Tetangga-tetangga kami mengidamkan tanah kami dan mereka bersekutu dengan penjarah-penjarah Kazak dan menyerang negara kami!”
{Catatan:Kazak adalah bangsa Kazakhstan sekarang.}
“Itu kejadian lebih dari 50 tahun yang lalu. Aku masih kecil, ayahku berkonsentrasi pada masalah hukum dan undang-undang selama masa pemerintahannya, maka ia tak mampu melawan orang-orang barbar itu. Tapi ia masih terus berjuang sampai mati, hidup dan mati bersama negaranya!”
Lu Xiao Feng menyimpulkan: “Beliaulah yang memerintahkan Tuan ke sini.”
Kaisar Rajawali Emas mengangguk: “Untuk menyimpan kekuatan agar kami tetap punya kekuatan untuk kembali suatu saat nanti, bukan hanya ia mengijinkan kami pergi, ia juga membagi kas negara menjadi 4 bagian, masing-masing diberikan kepada penasehat-penasehatnya yang paling terpercaya, dan memerintahkan mereka untuk ikut ke daerah tengah ini bersamaku.”
Wajahnya penuh dengan perasaan berterima-kasih ketika ia meneruskan: “Salah seorang dari mereka adalah pamanku ShangGuan Sheng, ia yang membawaku ke sini, dengan menggunakan harta yang diberikan kepadanya ia membeli tanah dan rumah ini, sehingga keluargaku bisa tinggal di sini tanpa merasa khawatir. Aku tak akan pernah melupakan apa yang telah ia lakukan untuk kami.”
Lu Xiao Feng bertanya: “Bagaimana dengan yang 3 orang lagi?”
Perasaan terima kasih di wajahnya berubah menjadi murka: “Aku tak pernah melihat lagi seorang pun dari mereka sejak aku meninggalkan ayahku. Tapi aku tak akan, tak akan pernah melupakan nama mereka!”
Lu Xiao Feng mulai tertarik pada persoalan ini, maka ia segera bertanya: “Siapa saja mereka?”
Dengan tangan terkepal penuh kebencian, Kaisar Rajawali Emas berkata: “ShangGuan Mu, Hu DuHe, dan Yan LiBen!”
Lu Xiao Feng berkata dengan suara yang berat: “Aku tak pernah mendengar satu pun dari mereka sebelumnya!”
“Tapi kau tentu pernah melihat mereka!”
“Oh?”
“Setelah tiba di China, mereka mengganti namanya. Belum sampai setahun yang lalu akhirnya aku berhasil mengetahui siapa saja mereka!”
Ia tiba-tiba memberi isyarat pada puterinya. Puteri DanFeng bangkit dari tempat duduknya dan mengeluarkan 3 gulung lukisan dari peti tua di belakang ayahnya.
Dengan marah Kaisar Rajawali Emas berkata: “Ini adalah potret mereka, aku berani mengatakan kalau kau mengenal paling sedikit 2 orang dari mereka!”
Ada 2 potret di setiap gulungan, satu muda dan satu tua, kedua potret itu menggambarkan orang yang sama.
Puteri DanFeng membuka gulungan pertama: “Potret di atas ini menggambarkan rupanya waktu ia meninggalkan negara kami. Potret di bawah adalah rupanya sekarang.”
Orang ini memiliki wajah bundar penuh senyuman. Ia tampak sangat hangat dan bersahabat, tapi memiliki hidung bengkok yang sangat besar.
Lu Xiao Feng mengerutkan keningnya: “Orang ini seperti Yan TieShan dari keluarga Yan di daerah dalam Tembok Besar.”
Sambil mengkertakkan giginya Kaisar Rajawali Emas menjawab: “Benar. Yan TieShan sekarang adalah Yan LiBen bertahun-tahun yang lalu. Aku bersyukur kepada Tuhan karena ia belum mati.”
Orang kedua memiliki tulang pipi yang sangat tinggi dan matanya yang berbentuk segitiga penuh dengan perasaan angkuh, jelas dia orang yang memiliki kekuasaan yang besar.
Waktu Lu Xiao Feng melihatnya, ekspresi wajahnya pun berubah.
Kaisar Rajawali Emas berkata: “Ini Hu DuHe, namanya sekarang adalah GuDu YiHe, ia adalah ketua Paviliun Baju Hijau!”
Lu Xiao Feng tampak terpana lama sebelum akhirnya menjawab: “Aku juga tahu orang ini, tapi aku tak tahu kalau dia adalah ketua Paviliun Pertama dari Paviliun Baju Hijau.”
Ia menarik nafas dalam-dalam dan meneruskan: “Aku hanya tahu bahwa dia adalah ketua Sekte E’Mei!”
Kaisar Rajawali Emas berkata: “Ia sangat pandai menyembunyikan asal-usulnya, mungkin tak seorang pun di dunia ini yang bisa menduga bahwa ketua terhormat Sekte E’Mei adalah seorang pengkhianat yang tak tahu malu!”
Orang ketiga adalah seorang laki-laki tua yang kurus; kecil, kesepian, bersih dan teguh.
Lu Xiao Feng hampir menjerit: “Huo Xiu!”
“Benar, Huo Xiu. Nama ShangGuan Mu sekarang adalah Huo Xiu!”
Ia melanjutkan: “Semua orang mengatakan bahwa Huo Xiu adalah orang teraneh dan terkaya di dunia. Limapuluh tahun yang lalu, ia merintis jalannya ke dunia persilatan dengan tangan hampa, lalu tiba-tiba, seperti sebuah keajaiban, ia menjadi orang terkaya di dunia. Sampai sekarang, selain kamu, mungkin tak ada orang lain di dunia persilatan yang tahu bagaimana ia mendapatkan semua kekayaannya itu!”
Wajah Lu Xiao Feng tiba-tiba berubah pucat. Ia mundur beberapa langkah ke belakang dan terduduk.
Kaisar Rajawali Emas memandangnya: “Kurasa kau sudah bisa membayangkan kenapa aku mengundangmu ke mari.”
Lu Xiao Feng menatapnya beberapa lama sebelum menghembuskan nafas panjang: “Tapi aku masih tidak tahu apa yang Tuan inginkan.”
Kaisar Rajawali Emas mengepalkan tinjunya dan memukulkannya ke lengan kursinya: “Aku tak ingin apa-apa, aku hanya ingin keadilan!”
“Keadilan? Semacam balas dendam?”
Kaisar Rajawali Emas balas memandangnya dan terdiam.
“Tuan ingin aku membalaskan dendam untuk Tuan?”
Kaisar Rajawali Emas terdiam beberapa lama sebelum akhirnya ia menghembuskan nafas dan menjawab dengan agak sedih: “Mereka semua sekarang sudah tua, aku pun sudah tua. Apa gunanya membunuh mereka sekarang?”
Ia segera menggelengkan kepalanya dan menyangkal apa yang barusan ia katakan: “Tapi aku tak bisa melepaskan mereka begitu saja!”
Lu Xiao Feng tidak berkata apa-apa, ia tak punya hak untuk bicara.
Kaisar Rajawali Emas meneruskan: “Pertama, aku ingin mereka mengembalikan semua uang yang mereka ambil dari Kekaisaran Rajawali Emas, agar negeri kami bisa bangkit suatu saat nanti.”
Itu keinginan yang sangat adil dan beralasan.
Ia meneruskan: “Kedua, aku ingin mereka mengakui dosa-dosa mereka kepada ayahku di depan altar, sehingga ayahku bisa beristirahat dengan damai.”
Lu Xiao Feng berpikir sebentar dan menarik nafas: “Kedua permintaan itu benar-benar adil.”
Kerutan di wajah Kaisar Rajawali Emas lenyap: “Aku tahu kau pemuda yang adil dan tak akan menolak permintaan seperti ini.”
Sesudah berpikir beberapa lama, Lu Xiao Feng berkata dengan senyum yang agak dipaksakan: “Tapi sangat sukar untuk melaksanakan kedua hal itu.”
“Jika kau tak bisa, lalu siapa yang bisa?”
Lu Xiao Feng menarik nafas: “Mungkin tidak ada.”
Ia segera menambahkan: “Sekarang ini 3 orang itu termasuk orang-orang yang paling terkenal dan dikagumi di dunia. Jika mereka benar-benar melakukan apa yang Tuan inginkan, maka itu sama saja dengan mengakui kejahatan mereka. Kemasyuran, kekuasaan, dan kekayaan mereka semuanya akan lenyap!”
Ekspresi wajah Kaisar Rajawali Emas pun semakin serius: “Aku sudah membayangkan kalau mereka tak akan mengakui perbuatan mereka.”
Lu Xiao Feng berkata: “Bukan saja mereka kaya-raya dan sangat berkuasa, mereka juga mempunyai kungfu yang sangat luar biasa.”
Kaisar Rajawali Emas mengangguk: “Ayah memberi tanggung-jawab yang besar kepada mereka karena mereka memang pesilat-pesilat terbaik di Kekaisaran Rajawali Emas.”
Lu Xiao Feng menambahkan: “Apalagi selama 50 tahun terakhir ini mereka semua mungkin khawatir kalau Tuan akan mencari mereka untuk membalas dendam, siapa yang tahu kungfu mereka telah maju sejauh apa.”
Ia menarik nafas dan melanjutkan: “Menurutku hanya ada 5 atau 6 orang jago kungfu yang benar-benar tangguh di dunia persilatan sekarang ini. Huo Xiu dan DuGu YiHe termasuk dalam kelompok ini.”
Wanita selalu ingin tahu, maka Puteri DanFeng tak tahan untuk tidak bertanya: “Siapa yang 3 atau 4 orang lagi?”
“Ketua Siauw-lim-pay, Hwesio Putus Asa, dan tetua Bu-tong-pay, Pendeta Mu, keduanya memiliki kungfu luar dan dalam yang sangat hebat. Tapi jika kau mempertimbangkan ilmu pedang yang cepat dan mengagumkan, maka kau harus memasukkan ‘Majikan Benteng Awan Putih’ Ye GuCheng dari Pulau Dewi Terbang di Laut Selatan dan XiMen Chui Xue.”
Puteri DanFeng menatapnya dan bertanya: “Bagaimana dengan dirimu sendiri?”
Lu Xiao Feng tersenyum, hanya tersenyum dan tidak menjawab, ia memang tak perlu menjawab.
Kaisar Rajawali Emas tiba-tiba menarik nafas, dengan sangat sedih ia berkata: “Aku tahu bahwa ini persoalan yang sukar, itulah sebabnya aku tidak memaksamu untuk membantu kami, mengapa tidak mempertimbangkannya sedikit?”
Tiba-tiba amarahnya bangkit. Ia mengepalkan tinjunya lagi dengan murka: “Tapi tak perduli bagaimana caranya melawan mereka, selama masih ada orang kami yang tersisa kami akan terus berjuang!”
Lu Xiao Feng menarik nafas: “Aku tahu….”
Sesudah lama terdiam, Kaisar Rajawali Emas tiba-tiba tersenyum paksa: “Tak perduli apa pun yang terjadi, Tuan Lu tetap tamu kita yang terhormat! Di mana arak?”
Puteri DanFeng menundukkan kepalanya dan menjawab: “Akan kuberitahu pelayan untuk mengambilkan arak.”
Kaisar Rajawali Emas memberi perintah: “Ambilkan arak Persia kita yang terbaik, dan undang juga Tuan Hua ke sini.”
“Ya, ayah.”
Kaisar Rajawali Emas memandang Lu Xiao Feng, tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah angkuh lagi ketika ia berkata dengan perlahan: “Tak perduli apa yang terjadi, kau sudah menjadi sahabat kami. Keturunan Kekaisaran Rajawali Emas tak akan memaksa seorang sahabat untuk melakukan sesuatu.”
______________________________
Cangkir itu kuno dan indah, araknya berwarna agak ungu.
Lu Xiao Feng memperhatikan Puteri DanFeng menuangkan arak ke cangkir kuno dan indah itu, Hua Man Lou duduk di sisinya.
Mereka tidak mengucapkan apa-apa ketika bertemu, mereka hanya berjabat tangan dengan erat.
Itu cukup untuk menjelaskan semuanya. Puteri DanFeng telah selesai menuangkan arak, ia hanya menuangkan 3 cangkir.
Kaisar Rajawali Emas tersenyum: “Sudah bertahun-tahun aku tidak minum, tapi aku akan membuat perkecualian malam ini untuk tamu-tamu kita.”
Tapi Puteri DanFeng menggelengkan kepalanya: “Aku yang akan minum untukmu, Ayah. Ingat kakimu?”
Kaisar Rajawali Emas menatapnya marah sebelum akhirnya tersenyum: “Baiklah, aku tak akan minum. Melihat orang lain minum juga menyenangkan, arak bagus selalu membawa semangat dan energi yang besar.”
Puteri DanFeng menjelaskan pada Lu Xiao Feng sambil tersenyum: “Jika Ayah minum alkohol, kedua kakinya akan segera membengkak sedemikian rupa sehingga mustahil baginya untuk berjalan. Tolong maafkan dia karena tak dapat minum bersama kalian.”
Lu Xiao Feng mengambil cangkirnya sambil tersenyum.
Puteri DanFeng membalikkan badannya sehingga punggungnya menghadap ayahnya dan tiba-tiba menatap Lu Xiao Feng dengan cara yang sangat aneh. Begitu anehnya sehingga Lu Xiao Feng tak faham apa artinya.
Puteri DanFeng mengambil cangkirnya sambil tersenyum dan berkata: “Ayah telah bertahun-tahun menyimpan arak ini, semoga sesuai dengan selera para tamu.”
Ia mengangkat cangkirnya dan meminum arak itu, lalu menarik nafas perlahan dan berkata: “Arak yang benar-benar enak.”
Sangat jarang terjadi seorang tuan rumah berulang-ulang memuji araknya sendiri dan Puteri DanFeng jelas bukan orang yang suka menyombongkan dirinya sendiri.
Lu Xiao Feng benar-benar heran, tapi kemudian ia menyadari bahwa ia bukan sedang minum arak, ia minum air yang telah diberi gincu.
Ia tiba-tiba faham apa yang dilakukan Puteri DanFeng, dan khawatir kalau Hua Man Lou tak mengerti karena ia tidak bisa melihat tatapan aneh sang puteri.
Tapi Hua Man Lou tersenyum, tersenyum sambil minum “arak” di cangkirnya, sesudah itu ia menarik nafas perlahan dan berkata: “Arak yang benar-benar enak.”
Lu Xiao Feng minum 3 cangkir lagi dengan cepat sebelum ia tiba-tiba berkata sambil tersenyum: “Arak yang begini enak tak mungkin diminum tanpa imbalan.”
Mata Kaisar Rajawali Emas bersinar lagi: “Apakah engkau….”
Lu Xiao Feng menarik nafas yang panjang dan dalam: “Keadilan yang Tuan cari itu, aku akan berusaha sebisanya untuk memberikannya kepada Tuan.”
Kaisar Rajawali Emas bangkit dengan cepat, berjalan menghampirinya, dan memegang pundaknya. Air mata tanda terima kasih bercucuran dari mata tuanya yang murung. Ia mencoba bicara, tapi seperti tercekik oleh perasaan haru: “Terima kasih, terima kasih banyak, terima kasih….”
Ia terus mengulang-ulang kalimat itu sampai semua orang tak tahu lagi sudah berapa kali ia mengatakannya.
Puteri DanFeng, berdiri di sisinya, diam-diam memutar tubuhnya dan cepat-cepat menghapus air matanya yang menggenang.
Setelah beberapa lama barulah Kaisar Rajawali Emas tenang sedikit dan ia berkata: “Walaupun DuGu Fang mempunyai nama keluarga yang sama dengan DuGu YiHe, mereka saling membenci dan bermusuhan; separuh wajah Liu YuHen diiris oleh Yan TieShan dan Xiao QiuYu kebetulan merupakan sahabatnya yang rela mati untuknya. Selama kau bersedia membantu kami, mereka bertiga akan mematuhimu biarpun harus pergi ke neraka.”
Tapi Lu Xiao Feng menggelengkan kepalanya: “Kurasa sebaiknya mereka tetap di sini.”
Kaisar Rajawali Emas mengerutkan keningnya: “Mengapa?”
Lu Xiao Feng menarik nafas: “Aku tahu bahwa mereka adalah jago-jago kelas satu di dunia persilatan, tapi meminta mereka melawan DuGu YiHe dan Huo Xiu itu sama saja dengan meminta mereka bunuh diri.”
“Kau… kau tidak butuh bantuan?”
“Tentu saja butuh.”
Sambil tersenyum ia menepuk pundak Hua Man Lou dengan perlahan: “Kami telah lama bekerja sama.”
Kaisar Rajawali Emas menatap Hua Man Lou, ia tampaknya tidak terlalu yakin dengan usul itu.
Ia benar-benar sukar percaya bahwa orang buta ini bisa lebih hebat daripada orang-orang seperti Liu YuHen dan Xiao QiuYu. Tak seorang pun yang akan percaya.
Tapi Lu Xiao Feng telah melanjutkan: “Selain dia, aku butuh 2 orang lagi.”
“Siapa?”
“Yang pertama adalah Zhu Ting.”
Ia tersenyum: “Walaupun Zhu Ting bukan seorang petarung, tapi ia sangat berguna.”
Kaisar Rajawali Emas menunggu penjelasannya.
“Karena Tuan bisa menemukan mereka, sangat mungkin mereka telah menemukan Tuan juga. Tuan ingin menuntut keadilan dari mereka, sangat mungkin mereka akan bergerak mendahului kita dan membunuh Tuan.”
Kaisar Rajawali Emas mendengus: “Aku tidak takut itu.”
Lu Xiao Feng menarik nafas: “Tuan tidak, tapi aku yang takut. Itulah sebabnya aku ingin membawa Zhu Ting ke mari, ia bisa mengubah tempat ini menjadi benteng yang tak bisa ditembus.”
“Ia faham alat-alat rahasia dan semacamnya?”
Lu Xiao Feng tersenyum: “Jika ia mau, ia mungkin mampu membuat kursi yang bisa menggigit.”
Kaisar Rajawali Emas tersenyum juga: “Tampaknya kau benar-benar memiliki beberapa sahabat yang sangat menarik.”
“Tapi sekarang aku hanya bisa berharap agar bisa membujuk satu orang lagi untuk membantuku dalam persoalan ini.”
Mata Kaisar Rajawali Emas bersinar-sinar: “Seberapa mampunya ia membantumu?”
“Jika ia mau membantu, maka persoalan ini benar-benar punya kesempatan untuk diselesaikan.”
“Siapa dia?”
“XiMen ChuiXue!”
______________________________
Lorong itu sekarang menjadi lebih gelap dan misterius, karena hari telah sore.
Puteri DanFeng menundukkan kepalanya dan rambutnya yang hitam jatuh ke pundaknya seperti arus air yang halus.